8 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bleaching Rambut Sendiri

Lifestyle

Proses pemutihan rambut memang sudah tak asing lagi. Terlebih lagi bagi wanita yang sering berganti warna rambut. Bleaching umumnya dilakukan untuk mendapatkan warna rambut yang maksimal. Namun kebiasaan ini tentu memiliki beberapa risiko. Jadi sebelum memutuskan untuk bleaching rambut, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

  1. Risiko Rambut Rusak

Proses bleaching sudah diketahui dapat merusak rambut Anda. Namun tanpa melalui proses bleaching terlebih dahulu cat rambut tak akan terlihat karena tercampur dengan warna asli rambut Anda. Jadi proses bleaching sangat dibutuhkan, terutama bagi Anda yang menginginkan warna yang lebih terang dari warna rambut asli Anda.

Namun sayangnya proses bleaching dapat membuat rambut Anda menjadi rusak dan sangat rapuh. Bahkan dalam situasi yang parah bleaching rambut tidak bisa tumbuh kembali karena terlalu rusak. Jadi sebelum melakukan bleaching siapkan diri untuk melihat rambut yang tidak lembut dan sehat lagi.

  1. Bleaching Dilakukan Lebih Dari Satu Kali

Terkadang jika warna rambut asli Ana terlalu pekat, proses bleaching bisa dilakukan berkali-kali agar mendapatkan warna yang diharapkan. Terlebih lagi bagi Anda yang memiliki warna rabut alami seperti hitam atau cokelat. Meski demikian proses bleaching harus diberi jarak ira-kira 2–3 minggu. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan.

  1. Warna Rambut Tidak Langsung Berwarna Terang

Jangan kaget jika warna rambut Anda tidak langsung putih setelah melakukan bleaching. Jika warna rambut Anda gelap, biasanya warna rambut yang akan muncul adalah warna oranye atau kuning. Untuk menghasilkan warna yang lebih merata, Anda bisa melalukan proses toning setelah bleaching. Sebab biasanya warna yang tadinya kekuningan akan terlihat lebih putih.

  1. Liat Tekstur dan Warna Rambut Setelah Bleaching

Jika sudah memiliki rambutyang rusak dan rontok, sebaiknya hindari proses bleachinguntuk menghindari kerusakan pada rambut Anda. Seperti yang sudah diketahui proses bleaching bisa menyebabkan kerusakan pada rambut. Maka proses ini hanya akan membuat rambut Anda semakin rusak. Jangan lupa perhatikan warna dan tekstur rambut sebelum bleaching.

  1. Perhatikan Kesehatan Kulit Kepala

Mengingat produk yang digunakan untuk memutihkan rambut cukup keras, penting bagi Anda memperhatikan kesehatan kulit kepala terlebih dahulu sebelum memakainya. Jika terdapat luka, pastikan tunggu luka itu sampai sembuh untuk menghindari terjadinya risiko infeksi. Pasalnya obat bleaching terbilang cukup keras dan dapat merusak rambut Anda.

  1. Serahkan Kepada Ahlinya

Proses bleaching tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Bleaching harus dilakukan oleh orang yang profesional dan sudah sering melakukannya. Sebelum memutuskan untuk  melakukannya, ada baiknya konsultasikan dulu kepada ahlinya untuk mengetahui bagaimana kondisi rambut Anda.

  1. Rutin Merawat Rambut

Sangat disarankan untuk merawat rambut Anda sebelum melakukan proses bleaching. Sebab bleachingdapat merusak rambut. Rambut akan menjadi kering dan susah diatur. Perawatan yang cukup mampu mengurangi risiko rusaknya rambut. Anda bisa melakukan perawatan dengan cara menggunakan masker, kondisioner, atau bahkan pelembap rambut.

  1. Jika Ragu Lakukan Tes Terlebih Dahulu

Jika Anda merasa ragu, tak ada salahnya untuk melakukan tes terlebih dahulu. Pasalnya proses bleaching memang memiliki risiko yang cukup besar. Jadi ada baiknya lakukan tes terlebih dahulu menggunakan beberapa helai rambut. Jika hasilnya memuaskan Anda bisa melanjutkannya, begitu pula sebaliknya

Ternyata proses bleaching tak boleh dilakukan dengan sembarangan lo. Nah di atas merupakan beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan bleaching rambut. Selian itu jangan lupa untuk selalu merawat rambut Anda untuk menghindari terjadinya kerusakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *