Bagaimana Cara Menentukan Oli yang Baik bagi Mesin Mobil?

Otomotif

Pelumas atau oli memegang peran penting dalam menjaga kualitas dan kinerja mesin. Pemilihan pelumas juga tidak bisa sembarangan, oli yang digunakan harus cocok dengan kondisi mesin serta suhu lingkungan dimana mobil digunakan. Oleh sebab itu, berikut beberapa cara menentukan oli terbaik bagi mobil Anda.

Perhatikan Kode SAE

SAE atau Society of Automotive Engineers merupakan badan internasional yang menentukan tingkat kekentalan oli dan menunjukan kemampuan oli dalam menjaga stabilitasnya kekentalan terhadap pengaruh suhu serta lingkungan.

Indeks SAE dapat Anda lihat pada kemasan oli, yang umumnya ditulis SAE 10W-40. Huruf “W” berarti winter, di mana angka depannya menunjukkan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin (diukur pada suhu nol derajat Fahrenheit). Sedangkan angka paling belakang menunjukkan tingkat kekentalan oli pada suhu normal (diukur pada suhu 212 derajat Fahrenheit).

Jadi, semakin kecil angka indeks, maka semakin cair sebuah oli. Wilayah yang memiliki suhu lingkungan dingin umumnya menggunakan SAE 5W-35, sedangkan wilayah tropis—seperti Indonesia—umumnya menggunakan SAE 10W-30 atau 15W-50. Indeks SAE yang cocok dengan spesifikasi mesin mobil Anda umumnya tertera pada buku panduan kendaraan.

Bahan Dasar Pelumas

Bahan dasar pelumas yang banyak beredar saat ini memiliki 2 jenis, yakni mineral dan sintetik. Oli mineral adalah oli yang berbahan dasar minyak mentah yang langsung diolah menjadi pelumas. Sedangkan oli sintetik merupakan pelumas yang berbahan dasar minyak mentah yang sudah melewati proses pengolahan dan modifikasi kimia sebelum dijadikan pelumas.

Oli sintetik memiliki partikel yang lebih kecil, sehingga mampu meminimalisir gesekan mesin lebih baik dibanding oli mineral. Selain itu, oli sintetik juga lebih tahan suhu tinggi, sehingga penguapan oli lebih dapat diminimalisir. Penguapan oli yang tinggi dapat berdampak pada kinerja mesin dan efisiensi bahan bakar serta menyebabkan mesin cepat panas.

API

API atau American Petroleum Institute merupakan organisasi internasional yang mengeluarkan sertifikasi terhadap kualitas oli. Kode API untuk mesin bensin dan diesel berbeda, pada mesin bensin memiliki kode “S” dan  mesin diesel memiliki kode “C”.

Di belakang kode tersebut terdapat huruf lain yang menentukan kualitas oli, seperti SA, SB, SC, SD, SE dan SF untuk mesin bensin atau CA, CB, CC dan CD untuk mesin diesel. Semakin tinggi huruf belakangnya, berarti semakin baik kualitas sebuah oli. Contohnya, oli dengan kode API SA memiliki kualitas lebih rendah dibanding API SB, dan seterusnya.

Itulah beberapa cara mengetahui oli seperti apa yang baik bagi mesin Anda. Selain itu, produsen atau merek oli juga turut berpengaruh terhadap kualitas oli. Produsen oli ternama seperti Idemitsu, yang telah melakukan penelitian yang mendalam sehingga menghasilkan oli dengan kualitas yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *