Kini Dibawa menuju Rumah Sakit Jiwa Ini Motif Terduga Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih

Uncategorized

Aksipembakaran Bendera Merah Putih di Lampung Utara, Senin (3/8/2020), tengah diusut jajaran Polres Lampung Utara. Terduga pelaku pembakaran Bendera Merah Putih yang berinisial MA itu telah menjalani pemeriksaan di kantor polisi. MA mengungkapkan, motif pembakaran Bendera Merah Putih tersebut karena isu embargo ekonomi yang diyakininya akan terjadi.

"Ini alasannya sama negara,” katanya. “Sudah dulu keterangannya ya,” jelasnya singkat. Setelah menjalani pemeriksaan di ruang Tipikor, SatreskrimPolresLampungUtara, MA dibawa ke rumah sakit.

Selain itu juga RT tempat tinggal mereka. Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudo Martono mengatakan pengakuan tersangka telah didalami. Saat ini pihaknya sedang meminta langsung keterangan dari rumah sakit jiwa di kurungan nyawa untuk yang bersangkutan.

“Kami bawa MA dan ayahnya ke RSJ Bandar Lampung,” ujarnya, Senin 3 Agustus 2020. Barang bukti yang diambil bekas pembakaran bendera kemudian tempat pembakarannya, serta ada beberapa bendera yang dijahit sendiri yakni bendera belanda kemudian beberapa bendera indonesia. “Semua barang bukti sudah diamankan di Polres Lampura,” katanya.

Alasan Pembakaran Bendera Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudo Martono mengatakan pihaknya mendapat informasi sekitar pukul 19.00 wib. Kemudian sekitar pukul 22.00 wib langsung memimpin penangkapan kepada yang bersangkutan di rumahnya.

“jadi kita ambil dan kita bawa ke mapolres diambil keterangan bersama orang tuannya,” katanya, Senin 3 Agustus 2020. Bambang mengatakan alasan tersangka melakukan pembakaran bendera, yakni tersangka mengakui mendapat perintah langsung dari ketua PBB di Belanda yang menyatakan bahwa akan merubah negara Indonesia menjadi kerajaan mataram. “Masih kami dalami lebih lanjut keterangan dari MA,” ujarnya.

Diketahui MA diamankan polisi diPolresLampungUtaradiduga karena membakar bendera merah putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *