Mengenal Lebih Jauh Sosok Ma’ruf Amin

Politik

Sosok Ma’ruf Amin menjadi sorotan semenjak ia menjadi calon presiden nomor urut satu mendampingi Joko Widodo. Sosok yang sebelumnya lebih dikenal sebagai seorang kyai dan menjadi ketua MUI ini tentunya mengundang kontrovesial ketika beliau dinobatkan menjadi cawapres. Sebelum memilihnya, tentunya Anda harus mengenal sosoknya lebih dulu, kan?

Riwayat

Kyai Ma’ruf lahir di Tangerang, Banten pada tanggal 11 Maret 1943. Beliau lahir dan besar dalam tradisi Nahdlatul Ulama atau NU yang sangat kental. Keluarganya menyekolahkan Ma’ruf di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Setelah lulus, beliau akhirnya meneruskan kuliah di Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, Jawa Barat.

Berbekal ilmu yang beliau dapatkan, Kyai Ma’ruf terjun ke dunia dakwah dan ia juga menjadi anggota koordinasi Dakwah Indonesia atau KODI DKI Jakarta. Selain itu, saat itu beliau juga sudah aktif di organisasi NU. Beliau juga aktif di Majelis Ulama Indonesia dan di dunia politik pun beliay tak kalah aktif.

Kyai Ma’ruf sempat menjadi anggota DPR DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan dan namanya mulai bersinar seiring dengan lahirnya era reformasi pada tahun 1998. Kyai Ma’ruf juga pernah menjadi Ketua Dewan Syuro PKB yang pertama dan di bawah partai besutan Abdurrahman Wahid, beliau pernah menjadi anggota DPR/MPR RI.

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beliau juga pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden selama periode 2007 hingga 2009 dan dilanjutkan dari tahun 2010 hingga tahun 2014. Di tahun 2015, karir Kyai Ma’ruf naik pesat setelah diberi amanah sebagai Rais Aam atau Ketua Umum Syuriah PB NU periode 2015 hingga 2020.

Beliau juga sempat mengemban tugas sebagai Ketua Umum MUI periode 2015 hingga 2020 sebelum akhirnya menonaktifkan diri karena mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden yang berpasangan dengan Joko Widodo. Nama beliau juga sempat menonjol saat mengeluarkan fatwa soal dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Fatwanya itulah yang mendorong ribuan umat Islam berdemo pada 4 November 2016 lalu. Ribuan umat Islam itu merangsek masuk ke Istana Presiden atas nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.

Pendidikan

Untuk latar belakang pendidikan, Ma’ruf Amin memiliki latar yang bisa dikatakan bagus. Beliau memulai sekolahnya di SR Kresek, Tangerang dan lulus pada tahun 1955. Lalu, beliau juga masuk ke Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tangerang dan lulus di tahun yang sama, 1955. Setelah itu, beliau melanjutkan sekolahnya ke Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng.

Dari sana, beliau lulus di tahun 1958 dan lanjut lagi ke Madrasah Aliyah di tempat yang sama lalu lulus di tahun 1961. Setelah keluar dari jenjang pendidikan menengah atas, beliau berkuliah di Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor dan lulus pada tahun 1967.

Pekerjaan di Luar Jalur Politik

Di luar jalur politik, ternyata Kyai Ma’ruf ini juga memiliki pekerjaan lain. Beliau sempat menjadi guru di beberapa sekolah di daerah Jakarta Utara pada tahun 1964 hingga 1970. Lalu, beliau juga pernah jadi pendakwah di tahun 1964 serta dosen di Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdatul Ulama pada tahun 1968.

Nah, itulah latar belakang dari calon wakil presiden dari nomor urut satu, Ma’ruf Amin. Untuk latar belakang keluarga, beliau pernah menikah dua kali pada tahun 1964 dengan Siti Churiyah sampai istrinya wafat pada tahun 2013 lalu. Lalu, menikah lagi dengan Wury Estu Handayani pada tahun 2014 hingga kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *