Stok Ketersediaan Darah Nasional Capai 90 Persen

Kesehatan

Meningkatnya masyarakat yang sukarela donor darah membuat ketersediaan darah nasional hampir mencapai 90 persen dari kebutuhan. Sekjen Kementerian KesehatanOscar Primad mengatakan untuk mengejar pemenuhan secara keseluruhan,Kementerian Kesehatanterus berupaya melakukan kampanye donor darah dan acara acara donor darah bersama. "Untuk yang 10 persennya ini memang kita upayakan dengan adanya gerakan (donor darah). Kita juga upaya untuk terus mengkampanyekan," ungkap Oscar saat peringatan Hari Donor Darah Sedunia, di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin, 24 Juni 2019.

Oscar menyebut donor darah merupakan kunci untuk memenuhi kebutuhan darah mengingat darah belum dapat diproduksi di luar tubuh manusia sehingga terus mengajak masyarakat untuk donor darah. “Donor darah merupakan kunci untuk membangun fondasi yang kuat dalam pemenuhan kebutuhan darah nasional yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan semua pasien yang membutuhkan transfusi darah,” kata Oscar. Adapun darah yang aman merupakan darah yang berasal dari donor risiko rendah, yang salah satunya bisa didapat dari donor darah sukarela.

Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat darah juga dapat menjadi media penularan penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis. Hal ini sesuai dengan amanat UU Kesehatan No 36 tahun 2009 dan PP No 7 tahun 2011 tentang Pelayanan Darah, serta rekomendasi WHO bahwa darah transfusi yang aman dan berkualitas berasal dari Donor Sukarela.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *